Dia Hanya Perempuan Pemendam, Bukan Pendendam

Dia cuba bicara dalam bahasa yang paling mudah, untuk segala rasa yang dia simpan, yang dia kira semakin melelahkan kiranya dia hanya berdiam. Dia fikir, luahkan saja lebih enak dan tidak membebankan, tapi dia malu dan sangsi. Dari mula dia lihat kamu, kali petama bertentang mata, hati mula rasa tak senang, mungkin ada sesuatu. Dia biarkan saja, biar hati bicara sendiri tapi hatinya mulai khuatir, bimbang kehilangan. Kehilangan lagi. Diam lagi sendiri.

P/s: Dia sedang gila berperang dengan perasaan sendiri dan kau seharusnya mengerti.